Humor ala Kabayan

Kabayan adalah salah satu figur orang Sunda yang sangat kental dengan humor. Ia lugu, namun di balik keluguannya tersimpan kebijaksanaan yang dalam. Ia juga bisa licik, karena itu bisa menempuh cara apa pun untuk mewujudkan cita-citanya. Ya, Kabayan bisa menjelma siapa saja. Ia bisa berada pada pihak yang benar, tetapi ia pun bisa berada pada pihak yang salah. Ia bisa pada sisi yang terang, namun takjarang ia pun ada pada sisi yang gelap. Kabayan adalah representasi orang-orang yang ada di dunia ini, siapa pun orangnya.

Profil Kabayan selalu muncul pada ranah cerita di tatar Parahyangan dan karena itulah menjadi ikon yang takbisa dilepaskan dengan budaya Sunda. Pada umumnya, Kabayan selalu muncul sebagai orang kecil atau orang desa, bukan orang perkotaan. Mungkin kita mengenal sosok Nasrudin Hoja pada budaya Timur Tengah atau sosok Ali Baba pada kisah 1001 malam. Namun, Kabayan bisa menjelma siapapun, termasuk profesi kamu.

Continue reading “Humor ala Kabayan”

Tersenyumlah, Dunia Menjadi Milikmu

Humor adalah sesuatu yang membuat orang tertawa, minimal tersenyum. Beberapa orang menganggap humor yang cerdas sangat berbeda jauh dengan humor murahan atau ada pula yang menyebutnya dengan humor garing. Bahkan, bagi humor cerdas, kadangkala untuk bisa tertawa pun, pembaca dituntut untuk mengerutkan kening terlebih dahulu. Perbedaan yang paling utama adalah bahwa di balik humor-humor cerdas, selalu sarat dengan nilai dan hikmah.

Humor garing mempunyai pengertian humor yang tidak bermutu, humor tidak cerdas, dan lebih gawat lagi humor tidak lucu. Namun dalam teori wacana, hal ini tidak mungkin, bukan? Karena dalam wacananya sendiri tentu humor ini berbunyi. Takada humor tinggi dan humor rendah, karena ukuran dalam wacana yang satu tidak harus berlaku bagi wacana yang lain, setiap wacana membangun cara pembermaknaannya sendiri.

Continue reading “Tersenyumlah, Dunia Menjadi Milikmu”

Bersepeda Menuju Kesalehan Diri

Bersepeda itu tidak hanya sebagai sarana olahraga atau sebagai alat transportasi saja. Akan tetapi, sepeda pun bisa dijadikan ajang menuju kesalehan diri. Lihat saja bagaimana salah seorang pesepeda ontel pernah berujar, “Saya suka naik sepeda karena dengan sepeda saya bisa lebih sehat dan membumi bergaul dengan orang-orang bersahaja. Saya pun bisa tersenyum kepada mereka. Bukankah senyum itu sedekah, pahala sekaligus ibadah?”

Continue reading “Bersepeda Menuju Kesalehan Diri”