Merangkul Komunitas dengan Nama Baru

Ooredoo-03Siang itu, agak terkejut juga saat dirinya selalu disebut oleh Pak Hari Sukmono dan MC. Bukan apa-apa, sosok itu tetiba merasa jadi orang penting di acara yang biasanya hanya duduk anteng sambil menikmati makanan di atas meja. Jadi begini, dirinya mendapat undangan dari sang provider kuning pada hari Senin (30/11) di Kafe Soda. Biasa lah, namanya juga liputan. Tapi kalau kemudian dia diminta untuk maju ke depan dan menerima sebuah benda semacam penghargaan, tentu akan beda maknanya. Dan ini amat berkesan di dalam hatinya. Luar biasa. Hatur nuhun, Indosat.

Eh, tapi kali ini namanya sudah berubah. Sudah ada embel-embelnya di belakang dengan gaya berbahasa Arab. Yup, provider kuning yang telah mendampingi dirinya selama bertahun-tahun itu telah memiliki nama baru, yaitu Indosat Ooredoo [baca: Uridu]. Bersama dengan itu, mereka juga meluncurkan layanan internet 4G-LTE berkecepatan tinggi bernama 4Gplus, serentak secara nasional. Katanya, internet berkecepatan tinggi ini didukung oleh jaringan data terkuat yang telah hadir di 35 kota untuk 40 juta orang tanpa biaya tambahan. Ehm. Sosok itu sendiri mengakui bahwa dirinya tetap menggunakan si kuning sebagai nomor utama karena murah dan aman. Soal kecepatan mungkin hampir mirip dengan provider pesaing lainnya bergantung lokasi dan waktunya. Jadi, ini masalah selera saja.

Continue reading “Merangkul Komunitas dengan Nama Baru”