Mencicipi Soto Betawi

Berkendaraan malam-malam dan dalam kondisi perut yang kosong tentu akan terasa tidak nyaman. Entah malam kapan, sosok itu bersama sang belahan jiwa dan Adek Anin berkendaraan malam-malam. Bukan kebetulan kalau sosok itu belum makan malam, begitu pula dengan sang belahan jiwa, sehingga sepanjang perjalanan obrolan pun diisi akan makan apa dan di mana. Sementara motor melaju dengan kecepatan sedang karena belum memastikan tempat kuliner yang bisa disinggahi.

Melewati Jl. Buah Batu, mata sosok itu dan sang belahan jiwa pun berputar-putar antara kanan maupun kiri jalan. Kali-kali saja ada tempat kuliner yang bisa disambangi. Mau pecel lele atau mie Aceh. Nasi rames atau hanya sekadar nasi goreng. Semua berputar dan hanya lewt begitu saja. Setelah melewati Griya dan kantor polisi, pandangan kami pun tertujut pada gerobak di sebelah kiri jalan. Sang belahan jiwa pun memutuskan untuk mampir dan mencoba soto Betawi.

Continue reading “Mencicipi Soto Betawi”

Advertisements