Membangun Kebahagiaan Keluarga (2)

Lanjutan …

Ibrahim Kafi: “Ia adalah prototype istri yang mengerti kapan waktu yang tepat untuk berbincang dengan suaminya perihal permasalahan yang muncul di rumah. Ia tidak memaksa suaminya membelikan sesuatu untuk anaknya, hanya karena anak tetangga punya mainan atau sesuatu yang baru. Ia tidak menyuruh suaminya ‘berang’ hanya karena anaknya dilukai anak tetangga saat bermain. Ia tidak meminta dibelikan sesuatu di luar kemampuan suaminya. Ia tidak membebani suaminya dengan ‘tanggungan’ yang tidak sanggup dilakukan sang suami. Ia selalu menjaga diri, suami dan anak-anaknya agar tidak diterpa malapetaka dunia dan siksa ahirat. Ia selalu memompa semangat hati dan jiwa suaminya agar bisa berbuat yang terbaik untuk anak-anaknya. Ia selalu mewadahi keresahan jiwa suaminya. Tidak membuat suaminya marah atau putus asa. Jika sang suami jatuh sakit, ia akan merawatnya sebaik mungkin. Jika penghasilan suami tidak cukup atau kehilangan sumber mata pencarian hidup, ia tidak menghardik maupun menistanya. Ia selalu menyemangati suaminya untuk mencari rezeki yang halal. Ia selalu setia mendampingi suaminya, baik dalam suka mapun duka.”

Presenter: “Lantas bagaimana dengan suami ideal?”

Continue reading “Membangun Kebahagiaan Keluarga (2)”

Advertisements

Membangun Kebahagiaan Keluarga (1)

Suatu hari, Ibrahim Kafi, seorang wartawan yang juga dikenal sebagai pakar ‘cinta’ dan pernah menulis buku “Kalam fi Al Hub wa Ash Shabr” yang mengupas habis tentang tema-tema cinta, pernah diundang dalam acara talkshow sebuah stasiun televisi swasta di Kairo. Terjadi dialog yang menarik antara presenter dengan sang pakar pada talkshow yang mengambil tema “Membangun Kebahagiaan Hidup Suami Istri” itu.

Presenter: “Menurut hemat Anda, seperti apakah sejatinya kebahagiaan hidup suami istri itu?”

Ibrahim Kafi: “Kebahagiaan hidup suami istri mewujud, apabila ada kesediaan saling memahami, menghargai, dan saling mengalah di antara masing-masing pasangan. Satu sama lain harus ‘bisa’ memahami dan menghargai pasangan hidupnya. Sang istri harus mengerti betul pekerjaan dan kesibukan suaminya. Ia harus mencurahkan segenap perhatiannya kepada suami, anak-anak dan segala hal yang terkait dengan ‘isi’ rumahnya.

Continue reading “Membangun Kebahagiaan Keluarga (1)”