Bangsa yang Malas Membaca

Sosok itu merasa miris. Miris dengan kondisi masyarakat kita yang makin menjauh dari buku. Padahal buku adalah gudang ilmu takterbatas. Pemakaiannya pun sangat mudah karena bisa dibawa semau yang kita mau (portable). Sosok itu merindukan kondisi Jepang (misalnya) dimana setiap orang suka membaca saat menunggu kendaraan, di dalam kendaraan, atau bersantai-santi di taman kota. Sangat berbeda jauh dengan kondisi masyarakat kita yang selalu memegang dan membaca gadget terbaru, bahkan saat menyetir sekalipun. Miris.

Bagaimana tidak mengkhawatirkan jika hampir semua kota-kota besar di Indonesia tidak memiliki perpustakaan yang memadai. Padahal perpustakaan yang memadai adalah salah satu ciri kota modern. Belum lagi perpustakaan yang sudah ada pada sebagian kecil kota-kota besar ternyata jumlah kunjungan pembacanya sangat kecil. Lihat saja Jakarta, dimana jumlah penduduk yang sudah 10 juta orang tetapi hanya 200 orang per hari yang berkunjung ke perpustakaannya. Dari jumlah itu, yang meminjam buku berkurang lagi menjadi 20% saja. Dan dari 250.000 sekolah di Indonesia, ternyata hanya 5% yang memiliki perpustakaan.

Berdasarkan data dari Litbang Kompas, ada 4,6 juta orang yang berkunjung ke perpustakaan pada 2005 dan 2006. Pada 2007 terjadi penurunan hingga mencapai 4,1 juta orang saja yang berkunjung ke perpustakaan.

Continue reading “Bangsa yang Malas Membaca”

Advertisements