Catatan H+1 Malam Tahun Baru 2009

Kampanye sepeda tidaklah harus beramai-ramai untuk menunjukkan apa yang ingin kita kampanyekan. Akan tetapi, jika niat dan hati kita tulus untuk berkampanye meski hanya sendiri, insya Allah tujuannya pun akan tercapai dengan baik pula. Inilah yang pernah saya lakukan, meski sebenarnya niat bersepeda malam hari tadinya mau dilakukan saat malam Tahun Baru tetapi tidak jadi karena satu dan lain hal. Kenyataannya saya tidak menyesal karena dari berita yang saya dapatkan, lalu lintas di beberapa titik Kota Bandung macet total saat malam pergantian tahun itu.

Seperti biasa, saya pun mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Celana sepeda yang tersembunyi di balik celana jeans, sandal gunung, sweater kesayangan, rompi kuning B2W edisi perdana (karena sudah ada edisi kedua yang sedikit berbeda ^_^), helm biru dengan tambahan karet ban untuk menempelkan lampu belakang, sarung tangan baru, dan tentu saja SPIDI bermerek Master dengan sedikit pemompaan pada ban depannya. Rencana saya adalah menggowes nonstop alias tanpa henti dari berangkat hingga pulang ke tempat-tempat yang bahkan saya pun belum pernah melaluinya dengan sepeda, plus [kalau bisa] tanpa minum.

Continue reading “Catatan H+1 Malam Tahun Baru 2009”

Advertisements