Kitab Berbohong #2

Malam telah turun. Bintang gemintang mulai bermunculan satu persatu mengerlipkan cahayanya, sementara bulan sudah maujud sejak sore tadi. Cahaya bulan telah penuh menyinari permukaan bumi, namun terasa kurang bagi manusia hingga menambahkan cahaya lampu di tiap-tiap rumah dan beberapa jalan.

Riki, anak lelaki berusia delapan tahun merasa cemas. Rumah orangtuanya yang berlokasi di Blok F dan bernomor 13 terasa lengang. Kedua orangtuanya sedang pergi. Riki cemas karena sebuah guci kesayangan ibunya telah pecah. Tanpa ia sadari, Riki telah menyenggol guci itu ketika asyik bermain kapal-kapalan yang terbuat dari kertas. Serpihan-serpihan keramik dari yang besar hingga yang kecil telah berserakan di berbagai tempat. Riki tersedu. Apalagi jika mengingat kemarahan ibunya yang sangat ringan mulut dan ringan tangan itu. Sakit sekali.

Continue reading “Kitab Berbohong #2”

Advertisements

Horror Chronicles

Asli! Hidup gue makin paripurna setelah mendapatkan dua putri yang macan, alias manis dan cantik. Bibing (7 tahun) berambut keriting alias ikal sedangkan Ninin (4 tahun) berambut lurus. Yang pasti, keduanya lumayan bageur untuk ukuran anak sebayanya (emangnya sepatu, pake ukuran segala!). Sudah banyak ulah yang mereka kerjakan sehingga keduanya mendapat beberapa ‘hak paten’ berupa luka-luka, apalagi Ninin kendati usianya lebih muda.

Seperti pada malam itu, saat semua anak-anak tetangga tak terdengar lagi suaranya karena diperkirakan tidur. Ye, meneketehe kele mereke pede teder ete belem. Ah ngaco! Jam di tembok udah menunjukkan angka sembilan lebih sedikit, tapi Bibing dan Ninin masih asyik loncat-loncatan di atas ‘bed’ yang benar-benar ‘spring’. Belum lagi beberapa baju, boneka, mainan, yang letaknya bagai kurva tak beraturan. Di mana-mana?! Nah, apalagi bokin tercinta sedang dines malem di rumah sakit yang artinya: berangkat jam 8.30 malem dan pulangnya jam 9 pagi besok!

Continue reading “Horror Chronicles”

Takut Gagal

Gagal adalah sebuah momok. Kata sederhana yang dapat membuat setiap manusia menjadi enggan dan (bahkan) mundur untuk melangkah. Dan, memang tidak ada manusia di muka bumi ini yang mau gagal. Semua ingin menjadi oposisinya. Semua ingin berhasil.

Tak banyak yang tahu tentang kisah nyata seekor Hemidactylus dari Jepang. Orang Indonesia sangat mengenal dari suara dan kelebihannya yang dapat merayap di tembok-tembok rumah. Yups, inilah kisah penuh hikmah dari seekor cecak. Hewan kecil yang tak mengenal kata gagal.

Seseorang di Jepang menemukan seekor cecak yang terpaku di tembok rumahnya yang hendak dirobohkan. Dan dia baru sadar bahwa paku itu ditempelkan sejak lima tahun yang lalu. Dia sangat ingat benar, sehingga bertambah ketakjubannya bahwa cecak yang terpaku itu masih hidup!

Continue reading “Takut Gagal”