JAGOAN [Part 3 of 3]

cerita sebelumnya….

—-Siang terik. Di salah satu kios buku Pasar Senen aku melihat jejeran buku Wiro Sableng, sedangkan Dani asyik mencari buku Kumpulan Soal-Soal UMPTN. Salah seorang pedagang mendekatiku dan berbisik, “Nyari buku apa, Dek?”
—-“Wiro Sableng terbaru udah keluar?” tanyaku.
—-Ia mengangguk, lalu cekatan mengambil buku yang kumaksud dan langsung menyerahkannya padaku. “Ada lagi?”
—-Aku menggeleng. Tanganku pun mencari recehan dua ribu.
—-Pedagang itu merapat padaku dan berbisik lagi, “Mau Annie Arrow terbaru?”
—-Mataku mendelik.
—-“Dijamin lebih seru dibandingkan seri sebelumnya,” ujarnya tersenyum.

Continue reading “JAGOAN [Part 3 of 3]”

Advertisements

JAGOAN [Part 2 of 3]

cerita sebelumnya….

—-KRIIINNGGG…!
—-Aku terlonjak bangun dari mimpiku dan segera menengok ke kiri-kanan. Teman-temanku sudah mulai bergerak meninggalkan bangku. Mereka tampak riang dan berceloteh bersama sejawatnya. Jam istirahat sekolah. Aku mulai menggeliat dan menguap lebar-lebar dan… ups! Rupanya Pak Rudi sempat memelototiku dari balik jendela kelas. Aku pun mencoba mengangguk dan tersenyum manis kepada guru sejarahku itu, “Oahhemm….”
—-“Fajaaar, Fajar…! Dari dulu nggak pernah berubah lu?” sebuah suara keras terdengar dari sebelah kiriku. Aku menoleh dan membentuk mulutku menjadi garis melengkung ke atas. “Nggak di mana, nggak kapan, kerjaan lu molooor aja,” sahutnya lagi.
—-Aku menggaruk kepala, “Abis mau diapain lagi, Dan!”
—-Dani menepuk pundakku, “Ya udah, kita ke kantin aja yuk!”
—-“Ayo!” Aku bangkit dan berjalan mengikuti Dani keluar kelas. Baru saja aku akan membelok, tiba-tiba….
—-PRAANNGGG…!!!

Continue reading “JAGOAN [Part 2 of 3]”

JAGOAN [Part 1 of 3]

—-CRIK – CRIK – CRIK!
—-Aku menyodorkan recehan uang seratus kepada sang kenek, lalu menyandarkan kepalaku ke dinding kaca kopaja. Huffh! Tampaknya hari ini terlalu panas untuk dilewati dan menit-menit pun juga lamban bergerak. Entahlah, hatiku juga terasa lelah merasakan beban monoton setiap harinya. Akhirnya mataku sudah sangat berat untuk diajak kompromi dan secara perlahan kelopak mataku pun mulai turun.
—-“Asyiiik, kosong woi!”
—-“Akhirnya dapet juga boil yang rada kosong nih.”
—-“Gitu dong, Bang! Kite-kite kan juga berhak menikmati jasa angkutan umum ini, ya nggak, Coy?”
—-“YOI….”
—-“Hahahahaha….”
—-“Eh, Jack! Anak mana tuh yang lagi ngorok!”
—-“Woi, bangun! Jangan pura-pura tidur lu!”

Continue reading “JAGOAN [Part 1 of 3]”