Kebhinekaan di Mata Blogger

Dalam hal kemandirian sebagai bangsa tak salah bila bercermin pada kearifan masyarakat Ciptagelar, Sukabumi. Mereka tidak sepenuhnya menutup diri, namun tak membiarkan dirinya hanyut terseret perubahan. Mereka mengembangkan mikrohidro untuk menerangi kampung. Mereka membuat Cigateve untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi, yang dikembangkan dari, oleh, dan untuk mereka. Mereka pun membangun lumbung padi untuk menyimpan hasil panen yang menjamin masyarakat Ciptagelar takkan kelaparan. ~ Karim Suryadi

Kebhinekaan di Mata Blogger — Sosok itu bersyukur karena dirinya telah diberikan kesempatan untuk melihat Indonesia di beberapa titik. Misalnya saja saat di Bali, dia melihat bagaimana warga Bali begitu menjaga tarian dan religiusitasnya. Hal yang sederhana sebenarnya, namun terlihat indah di mata para wisatawan. Lalu saat ke Lombok, dia melihat beberapa budaya yang tidak jauh berbeda dengan Bali, tetapi masjid tumbuh di mana-mana. Takheran kalau Lombok dikenal sebagai kota seribu masjid. Dia melihat dengan mata kepala sendiri ada orang Bali yang Muslim dan ada orang Lombok yang beragama Hindu.

Begitu pula saat di Ambon, sosok itu mengalami indahnya kebersamaan antara warga Kristen dengan Muslim. Seolah-olah tidak ada sekat di antara mereka. Yang ada hanyalah bahwa mereka tinggal di pulau yang sama, memakai alat transportasi yang sama, dan memiliki bentuk fisik yang tidak jauh berbeda. Oleh karena itulah dirinya menjadi haus akan petualangan-petualangan berikutnya untuk menjelajah Indonesia. Menuju pelosok-pelosok yang belum sempat disentuh atau dilihatnya, menyaksikan atau merasakan dengan inderanya sendiri bahwa Indonesia itu luar biasa. Indonesia itu istimewa.

Continue reading “Kebhinekaan di Mata Blogger”

Advertisements

Yuk Ah, Ngeblog

Sudah lama juga sosok itu tidak menjadi trainer #alahgaya. Jadi seseorang yang bisa memberikan ilmunya di depan kelas. Anggap saja selama hiatus sosok itu terus mengumpulkan ilmu lebih banyak agar bisa membagi dengan lebih baik lagi. Paling tidak itu alasan terkeren yang bisa diutarakan #ehm. Dan alhamdulillah Rabu kemarin sosok itu kembali menjabat sebagai trainer, yang membahas masalah ngeblog #nyambung. Sebenarnya ilmu sosok itu sama saja dengan para peserta lainnya, hanya saja dibedakan lebih dahulu atau lebih berpengalaman saja. Tidak lebih.

Berangkat dari rumahnya di GBA Barat, sosok itu langsung menggowes dengan kecepatan tinggi menuju Ujung Berung, tepatnya di RM Restu Mande. Jarak 15 km ditempuh olehnya dalam waktu 52 menit. Kira-kira cepat atau standar ya? Rute yang ditempuhnya adalah Jl. Margacinta, nembus ke Jl. Rancabolang, nyebrang Soetta, lalu masuk ke Jl. Parakan Saat, diteruskan via Cisaranten hingga nembus ke Jl. AH. Nasution, belok kanan hingga sampai di lokasi tepat sebelum BTP alias Bandung Timur Plaza yang baru dibuat. Lumayan berkeringat dan hah-heh-hoh apalagi persneling disetel di level tertinggi.

Continue reading “Yuk Ah, Ngeblog”

Tips Ngeblog Ala YUI

Yui

Kamu suka Yui? Ah, siapa pula Yui ini? Kata Kang Kabayan, Yui adalah sejenis makanan kampung yang amat nikmat jika dimakan saat masih pagi dan masih hangat, bersanding dengan kopi kental yang sudah pasti masih mengepul asapnya. “Eta mah hui, Kang Kabayan. Ubi!” #lagingaco

Baiklah, Yui adalah selingkuhan sosok itu setelah Metallica. Gadis Jepang ini tidak hanya cantik rupanya tetapi juga amat menawan suaranya. Ia tidak hanya bisa menyanyikannya tetapi juga menciptakan sendiri lagu-lagunya dengan gitar yang selalu ingin dipeluk dan dipetiknya. #jadikepengen

Continue reading “Tips Ngeblog Ala YUI”