Gadis Tomboy

Tomboy memang selalu diidentikkan dengan kemaskulinan. Namun demikian, tomboy tidak bisa dilekatkan pada sosok yang maskulin alias laki-laki tetapi lebih cenderung pada sosok yang feminin alias perempuan. Jadi, tomboy lebih disematkan pada sosok perempuan yang memiliki sifat maskulin atau tingkahnya mirip dengan laki-laki.

Asal kata tomboy sebenarnya berasal dari beberapa abad yang lalu, yaitu tepatnya sebelum abad ke-16. Tomboy waktu itu lebih ditujukan pada anak laki-laki yang tidak mau diam (boisterous). Akan tetapi pada akhir abad ke-16 (tahun 1800-an), istilah tomboy lebih menempel pada sosok anak perempuan yang tingkahnya seperti anak laki-laki (yang tidak mau diam). Bisa jadi istilah Jawa ‘mbois’ berasal dari kata ‘boys’ atau ‘boisterous’ itu.

Continue reading “Gadis Tomboy”

Advertisements

Adek Anin yang Tomboy

“Tadi aku maen layangan.” Adek Anin bersuara. Posisi duduknya terlihat gagah. Bersandar pada tembok di kamar kecil. Sosok itu menoleh, lalu memosisikan tubuhnya agar dapat berhadapan. “Adek maen layangan?” Sosok itu kembali menegaskan apa yang baru didengarnya. Adek Anin mengangguk. “Maen layangan sama siapa?” Sosok itu kembali bertanya.

“Budi,” jawabnya. “Sama siapa lagi?” Adek Anin tampak berpikir, lalu katanya, “Sama Ivan, sama Bayu, sama Budi, sama ….” Dan sederet nama kawan-kawannya pun disebut. Takada nama perempuan. Sosok itu mencoba menyelidik lebih jauh. “Adek senang maen sama laki-laki?” Dia pun mengangguk. “Kalo sama perempuan?” Adek Anin berbisik, “Aku suka maen sama laki-laki. Aku suka maen sama perempuan.”

Continue reading “Adek Anin yang Tomboy”