Antara Banci dan Gaban

Jumat dan Sabtu kemarin benar-benar hari yang melelahkan bagi sosok itu. Waktunya telah habis di perjalanan. Dari total 31 jam Bandung-Cilacap-Garut-Bandung, hanya 8 jam lebih 30 menit yang ia habiskan diam di tempat, yaitu 4 jam di Garut dan 4,5 jam di Cilacap.

Ya, sosok itu dan keluarga besarnya telah melakukan Trip Banci Gaban alias perjalanan non-stop Bandung-Cilacap-Garut-Bandung selama dua hari kemarin dimulai dari Jumat, 22 April 2011 pukul 06.00 sampai Sabtu, 23 April 2011 pukul 13.00 dengan menggunakan bus besar.

Continue reading “Antara Banci dan Gaban”

Bercengkerama di Darajat Pass

Sabtu yang melelahkan. Sabtu yang menyenangkan. Keduanya didapatkan sekaligus hanya dari silaturahmi. Sosok itu bahagia. Paling tidak keluarganya merasakan kegembiraan yang lebih buat mereka (dapat) bertamasya ke Garut. Liburan mendadak yang sangat mengesankan.

Adalah acara liburan kawan-kawan sang pasangan jiwa. Mereka adalah mahasiswa Poltek Al-Islam semester pertama. Beragam usia di sana. Inilah uniknya. Sangat berbeda dengan tempat perkuliahan kebanyakan yang mahasiswanya rata-rata adalah freshgraduate SLTA. Di sana, mereka berbeda karakter karena faktor usia yang masih belia sampai yang telah memiliki anak. Dari yang murni kuliah sampai yang sambil bekerja. Semua bercampur dijadikan satu kelas. Termasuk sang pasangan jiwa.

Continue reading “Bercengkerama di Darajat Pass”

Selalu Ada yang Baru

Gatal rasanya tidak bersepedaan. Apalagi bagi sosok itu. Sepeda adalah kebutuhannya sehari-hari. Sampai-sampai, ada kawan sepeda malah menyebut bahwa sepeda atau kegiatan bersepeda sebagai istri kedua. Mayoritas. Ini fakta. Dan lama tak bersepeda ke daerah-daerah terpencil serta menantang, membuat sosok itu pegal-pegal. Lalu jadilah Minggu kemarin, dia bersama kawan-kawan dari Threeple-C menjajal trek Selatan melewati beberapa pebukitan kecil di daerah Cibodas dan Soreang.

Pagi pun disambut dengan terburu-buru. Tidur terlalu larut membuat sosok itu menjadi terlambat bangun. Dan semuanya pun bergerak begitu sangat cepat. Mempersiapkan ini-itu yang diperkirakan diperlukan selama di perjalanan. Sekira setengah tujuh, sosok itu telah membelah kota yang baru menguap. Kecepatan tinggi diupayakan agar dia tidak terlalu terlambat, kendati tak apalah terlambat asal jangan ditinggal. Pesan tak disampaikan bahwa dia ikut, membiarkan hal itu menjadi kejutan bagi kawan-kawannya.

Continue reading “Selalu Ada yang Baru”

Bike to Kuliner

Setelah menjajal trip Palintang-Dago, dua orang kawan menyuguhkan wisata kuliner yang menggiurkan. Tidak hanya makanannya yang khas Sunda tapi juga lingkungannya yang asli desa. Tenda Biru ini layak untuk dijadikan wisata kuliner di tepi kota. Belum lagi nuansa kabut yang menggoda jika berangkat di pagi hari.

Lokasi pastinya saya belum tahu, tapi katanya berada di selatan Griya Bandung Indah (GBI) dimana trip perjalanannya adalah menyusuri sungai Citarum (juga lokasinya tepat di sisi Citarum). Tertarik ke sana? Yuk, bareng-bareng….[]