Diari Anin tentang KOPDAR

Aku merajuk. Kakak Bibin dibelikan buku, sedangkan aku nggak. Abi tidak adil. Dan siasatku pun berhasil: setelah menangis, Abi langsung mengajakku pergi. “Yey! Aku pergi sama Abi!” Bukan hanya satu, tapi aku pun dibelikan dua buku mewarnai. Satu bergambar kereta api dan satu lagi bergambar robot Transformers. Aku senang, apalagi Abi juga membeli tiga susu kotak dan dua chiki. Tapi, kok, bukannya pulang malah langsung naik Mikrolet, ya? Kita mau kemana, Bi?

“Adek, kita jalan-jalan naik busway, yuk?” terang Abi. Asiiik, aku mau naik busway. Di Bandung mah nggak ada. Di terminal Pulogadung aku capek dan Abi pun nggak menolak untuk menggendongku. Terminal ini luas banget. Aku jadi tahu kalau naik busway itu harus beli tiket. Setelah masuk melalui pintu yang sempit dengan palang berputar, sudah ada banyak orang yang menunggu mau naik busway. Ternyata begini, ya, kalau mau naik busway, nggak sama dengan naik bus biasa.

Continue reading “Diari Anin tentang KOPDAR”

Advertisements