Kaleidoskop 2013: Undangan dan Kebersamaan

Sebuah palang baru saja terlewat
Menjauh, mengecil, dan suatu saat akan menghilang
Begitulah kenangan … laksana bayang, berkelebat
Maka ikatlah kenangan dengan tulisan agar terus dikenang

2013 baru saja lewat. Ada banyak kenangan di sana. Beberapa ada yang ingin dilupakan, dan berupaya untuk diperbaiki dengan tidak mengulanginya. Beberapa ingin dikenang, diingat, tidak ingin dilupakan. Terus terpatri di dalam hati dan pikiran, karena begitu indahnya. Karena begitu menyenangkan, hingga membuat hati dan bibir ini tersenyum. Bahkan terkadang menimbulkan gemuruh di dada, sesuatu yang ingin diulang, berkali-kali.

Continue reading “Kaleidoskop 2013: Undangan dan Kebersamaan”

Undangan Oh Undangan

Undangan memang selalu yang ditunggu-tunggu, apalagi bagi sosok itu. Selama bersifat ‘simbolisme mutualisme’ alias kerjasama yang saling menguntungkan, tentu akan membuat silaturahmi yang terjalin menjadi bertambah erat. Kalau dalam bahasa bisnis, harus ada BEP-nya. Kalau kata @PelancongMalas paling tidak minimal adalah makan siang. Intinya makan-makaaan. Ini bukan hanya masalah perut yang harus dikompromikan, tetapi juga hitung-hitung merasakan beberapa kuliner yang memang menjadi ciri khas dari suatu tempat yang sudah dikunjungi.

XL-1

bersama Catur, CiFer, dan Ika di Dacosta Cafe & Lounge

Berkenaan dengan undangan, sosok itu tidak akan membahas tentang undangan pernikahan. Soalnya kalau ngomongin yang itu kecenderungan menu makanannya adalah standar alias biasa. Selain menu makanan berat a.k.a. nasi, makanan pendampingnya tidak akan jauh-jauh dari siomay, sate, dan es krim. Kalaupun ada yang lebih kreatif pun tidak akan jauh dari soto, baso, dan sejenisnya. Wajar saja karena semua makanan itu adalah makanan umum yang dicari banyak masyarakat. Ngaku dah!

Continue reading “Undangan Oh Undangan”

Undangan dan Celana

Mendengar kata ‘undangan’ secara otomatis benak kita akan disuguhi rasa kebanggaan atau kesenangan, apalagi jika pihak yang diundang adalah diri kita sendiri. Akan tetapi, jika hal itu menjadi hal rutin seperti undangan pernikahan yang bukan sahabat terdekat atau khitanan salah satu tetangga tentu akan menjadi hal yang biasa saja. Nah, jika tidak biasa karena bisa jadi peristiwa ‘undangan’ itu hanya sekali seumur hidup jelas akan menjadi hal yang paling istimewa dalam hidup kita.

Inilah yang dialami sosok itu selama beberapa hari kemarin, yaitu undangan pribadi dari Telkom tentang Indigo Award 2011 dan undangan perwakilan Komunitas Pesepeda Perempuan NGN dari Ibu Netty Prasetiyani (istri Gubernur Jabar) tentang bedah buku “Politik Harapan: Perjalanan Politik Perempuan Indonesia Pasca-Reformasi” karya Ani Soetjipto. Kedua undangan itu kebetulan bertepatan harinya, yaitu hari ini (Kamis, 16 Juni), sehingga sosok itu memutuskan hanya menghadiri undangan kedua karena undangan pertama berlokasi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Jauh, bo!

Continue reading “Undangan dan Celana”