Membaca dengan Keras

Minggu sore, 04 Oktober 2009, saya kembali berkesempatan mengajar kegiatan ekskul di SMPIT Baitul Anshor, Cimahi. Kegiatan itu diikuti oleh para santri putra dan putri kelas VII sampai IX. Oleh karena suasana masih tak jauh dari lebaran, saya pun mengambil tema yang agak ringan, yaitu apresiasi dari membaca cerpen. Lagipula, memang semua teknik menulis itu ringan-ringan. Yang membuat berat, mungkin bagaimana memulai menulisnya. Saya katakan agak ringan karena para santri hanya diminta mendengarkan beberapa cerpen yang dibacakan, lalu mengambil hikmah dari sana.

Kegiatan itu dilaksanakan pada pukul 15.30-17.30, dimundurkan dari jadwal yang biasanya, yaitu pukul 09.30-11.30. Indahnya mengajar di sana adalah kita harus berkreatif menenangkan mereka yang memang masih anak-anak, sangat berbeda jika menerangkan tentang dunia kepenulisan pada anak SMU dan mahasiswa yang ingin menjadi penulis. Tak aneh kalau keinginan mereka menjadi penulis berawal dari senang membaca, bukan karena memang ingin menjadi penulis. Beberapa santri putri kelas VII pun ada yang mengundurkan diri karena bosan. Wah, harus ditemukan formula baru agar apa yang saya ajarkan cenderung tidak bosan.

Continue reading “Membaca dengan Keras”