Mengasah-Mengolah Kepekaan Berpuisi

Beberapa waktu yang lalu sosok itu pernah mengadakan Kuis Poetry Hujan di sini, bekerja sama dengan Puteri Amirillis. Alhamdulillah pagelaran itu telah selesai dan telah terpilih 2 (dua) orang pemenang, yaitu Mas Bro dan Neng Orin. Selamat untuk keduanya. Dalam kesempatan kali ini, sosok itu mencoba menjelaskan tentang proses kreatif penulisan puisi yang tidak kalah serunya dengan penulisan cerita fiksi yang sering jadi bahasan di blog ini.

Menelusuri proses kreatif penulisan puisi sama asyiknya dengan menulis puisi itu sendiri. Setiap penyair sudah pasti memiliki cara pandang yang berbeda tetapi secara esensial akan mengarah pada titik yang sama, yakni puisi sebagai medan ekspresi dari bayang-bayang pengalaman. Perlu diingat bahwa puisi itu mudah dipelajari tetapi isi dan kualitas puisi sangat bergantung kepada intensitas penghayatan si penyair terhadap berbagai pengalaman hidup yang menarik perhatiannya. Termasuk juga dalam hal ini adalah penguasaan akan kata dan bahasa.

Continue reading “Mengasah-Mengolah Kepekaan Berpuisi”

Mari Ber-TEORI dan Lupakan Titik Koma (Bagian 1)

“Bagaimana memulai menulis?”
“Begitu sulitnya membuat tulisan!”
“Apa resep menulis yang jitu?”
“Begitu banyak ide di kepala tapi hingga sekarang takada satupun yang terselesaikan dalam bentuk tulisan. Bagaimana ini?” Dan berbagai pertanyaan muncul di setiap pertemuan kepenulisan. Semua mengeluhkan betapa sulitnya memulai kegiatan menulis.

Untuk beberapa orang, teori bisa jadi dibuang jauh-jauh. Alasannya mudah saja, yaitu karena teori berawal dari praktik yang kemudian dituliskan menjadi sebuah teori. Namun, tanpa adanya teori bisa jadi takada pembelajaran bagi yang mau belajar. Inilah pentingnya sebuah teori bagi yang ingin belajar. Inilah pentingnya sebuah sekolah atau akademi pendidikan. Dan oleh karena itulah sosok itu mengeluarkan lagi sebuah jurus menulis baru yang dikenal dengan TEORI.

Continue reading “Mari Ber-TEORI dan Lupakan Titik Koma (Bagian 1)”

Maka Menulislah Tiap Hari

Apa yang bisa digambarkan dari sebuah kamar? Banyak. Mulailah dari bawah dan lihatlah bagaimana lantai itu terbuat. Dari ubin. Dari keramik. Atau mungkin dari sesuatu yang takterbayangkan oleh kita semua. Lihatlah berapa panjang sisi-sisinya pada setiap kotak. Berapa jumlah ubin/keramik yang dibutuhkan untuk sebuah kamar. Bagaimana coraknya. Bagaimana sensasinya. Kaupun juga bisa menggambarkan perasaanmu pada kamarmu.

Lalu lihatlah barang-barang yang ada pada sebuah kamar. Lihatlah benda-benda besar yang ada. Lemari. Meja. Mungkin tempat tidur. Simetrikah? Apakah semuanya terbuat dari kayu atau dari bahan plastik dengan pengemasan tertentu. Ataukah dari besi yang membutuhkan pengerjaan seorang tukang las profesional. Lalu warna apa yang cocok untuk keberadaan mereka semua. Rasakan dan amatilah. Jangan lupa pasti masih ada bantal, guling, sprei, taplak, dan pakaian di dalamnya. Barang-barang elektronik mungkin ada.

Continue reading “Maka Menulislah Tiap Hari”