Jalan Pemimpi Menjadi Pemimpin

A leader is best when people barely know he exists, when his work is done, they will say: we did it ourselves – Lao Tzu

Bagi Anda yang telah memiliki anak, seberapa sering Anda menghabiskan waktu bersama mereka? Yup, tanpa disadari bisa jadi waktu efektif kita sebagai orangtua bersama anak-anak ternyata sedikit sekali jika dibandingkan dengan waktu kita bersama kawan-kawan di kantor atau di lingkungan dimana kita beraktivitas. Bahkan, terlalu sedikit. Ada beberapa, bisa jadi banyak, para orangtua yang berangkat kerja saat anak-anaknya belum bangun, lalu pulang ke rumah saat anak-anak sudah terlelap. Yang bisa dilakukan olehnya hanyalah memandang wajah teduh mereka yang entah lagi memimpikan apa. Lalu bagaimana dengan sosok itu?

Dia tidak jauh berbeda. Itulah mengapa dirinya memutuskan untuk resign sekira dua tahun lalu. Harapan tertingginya pada saat itu adalah bisa mendampingi anak-anaknya setiap hari. Tetapi hidup memang tidak semudah yang diteorikan atau direncanakan. Masih saja waktunya jauh lebih sedikit dari waktunya bercengkerama dengan orang lain. Sebagai seorang pemimpin di sebuah ruang bernama keluarga, dirinya terlalu banyak kekurangan. Masih banyak pelajaran atau ilmu yang harus digali agar bisa menjadi kepala rumah tangga yang paripurna. Itulah mengapa jika ada waktu yang bisa digunakan demi kebersamaan dirinya dengan anak-anak, akan dipaksakan. Dan itu juga yang dia lakukan saat mengajak Kakak Bintan ke sebuah tempat makan yang mengasyikkan di daerah Dago, bernama Noah’s Barn, menjelang makan siang.

Continue reading “Jalan Pemimpi Menjadi Pemimpin”