Tips Ngeblog Ala YUI

Yui

Kamu suka Yui? Ah, siapa pula Yui ini? Kata Kang Kabayan, Yui adalah sejenis makanan kampung yang amat nikmat jika dimakan saat masih pagi dan masih hangat, bersanding dengan kopi kental yang sudah pasti masih mengepul asapnya. “Eta mah hui, Kang Kabayan. Ubi!” #lagingaco

Baiklah, Yui adalah selingkuhan sosok itu setelah Metallica. Gadis Jepang ini tidak hanya cantik rupanya tetapi juga amat menawan suaranya. Ia tidak hanya bisa menyanyikannya tetapi juga menciptakan sendiri lagu-lagunya dengan gitar yang selalu ingin dipeluk dan dipetiknya. #jadikepengen

Continue reading “Tips Ngeblog Ala YUI”

And I Still Remember You

I recall her as a narrowed eyes girl. If it’s too racist, I may say she’s alike a Japanese artist named Yui. Moreover when she laughs. But, her smile is so sweet. Like a rainbow appears after the storm. Happiness!

I knew her under the same sky. Not far from the soft sandy beach. A very firm house with the snaky stair. At the window. Yes, at the window she gives her sweetest smile. The most gorgeous smile that brighten the day. The wind. Some appropriate waves. And I’m getting more steady to play with my surfing-board.

Continue reading “And I Still Remember You”

Taiyou No Uta: Semangat untuk Bangkit

Ini kisah sedih. Bagaimana seorang wanita muda mengidap penyakit langka, XP. Sebuah kelainan pada pigmen kulitnya sehingga tidak akan kuat jika harus terpapar sinar matahari. Tidak hanya itu, XP pun merambat sampai ke syaraf sehingga lambat laun tubuhnya akan lumpuh. Benar-benar lumpuh.

Kaoru namanya. Entah mulai kapan ia tidak bersekolah lagi. Rindu hatinya menyaksikan seorang pelajar dari balik jendela kamarnya yang gelap. Ia telah menjadi manusia kalong. Keluar rumah jika malam dan segera masuk kembali menjelang subuh. Siangnya ia habiskan untuk tidur. Memang mirip vampire. Menyedihkan.

Dan gitar pun adalah satu-satunya hiburan. Alat itulah yang menemani malam-malamnya di taman dekat rumah. Sebatang lilin tak lupa turut menerangi hatinya. Petikannya pada senar gitar begitu halus dan syahdu. Di sanalah kelebihan Kaoru, hingga seseorang mendengar musiknya yang luar biasa. Kouji, sosok pelajar itu.

Kouji yakin kalau musik Kaoru milik semua orang. Apalagi saat tahu penyakit XP yang dideritanya. Ia pun berusaha keras agar Kaoru dapat masuk ke dapur rekaman meski harus bayar. Hasil kerja kerasnya tak sia-sia, apalagi dibantu juga oleh orangtua Kaoru. Dan wanita itu pun benar-benar masuk dapur rekaman.

Dakara ima ai ni yuku so kimetanda
Poketto no kono kyoku wo kimi ni kikasetai
Sotto boryu-mu wo agete tashikamete mitayo

Musik Kaoru meledak. Sebuah stasiun radio memutarkan single-nya, “Goodbye Days”. Kouji dan rekannya kaget. Orangtuanya pun terkejut karena senang. Akan tetapi semuanya telah terlambat. Kaoru telah tiada. Jasadnya telah ditaburi bunga matahari. Penyakit XP telah merenggutnya.

Good-bye days ima kawari hajimeta mune no oku allright
Kakko yokunai yasashisa ga soba ni aru kara … with you

A song to the sun. Lagu untuk mataharinya adalah kenangan indah yang bisa dimiliki Kouji. Itulah harta paling berharga bagi semua orang yang pernah dekat dengan Kaoru. Hari perpisahan sudah pasti tiba. Dan semangat Kaoru menghadapi penyakit XP-nya patut kita tiru. Luar biasa.[]

NB: Sosok itu sedang (berusaha) menyemangati dirinya, dan film yang dibintangi Yui inilah yang diingatnya. Allahumma bismillah….